Berbagai Bentuk Badan Usaha

SEORANG calon Business Owner (pemilik bisnis) atau wirausahawan sangat penting untuk memahami berbagai macam bentuk badan usaha, karena dengan memahaminya akan dapat menentukan pilihan bentuk badan usaha yang tepat. Masing-masing bentuk badan usaha tersebut memiliki akibat, tanggung jawab dan resiko yang berbeda-beda. Juga dalam pembentukan perangkat-perangkat untuk kelangsungan usahanya seperti besarnya modal, asset, dan pengurusan perijinannya. Bentuk badan usaha yang jelas akan memberikan gambaran yang jelas pula dalam hal-hal tersebut di atas, termasuk kejelasan hak dan kewajibannya di depan hukum.

Bentuk-bentuk badan usaha itu meliputi badan-badan usaha perorangan dan badan-badan usaha kelompok atau persekutuan.

Badan Usaha Perorangan

Badan usaha perorangan atau perusahaan perorangan adalah bentuk badan usaha yang pemilik usahanya bertindak sebagai pengelola sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan usahanya. Pada bentuk badan usaha perorangan, pengusaha dapat memperoleh semua keuntungan yang berhasil diraih, namun ia juga wajib menanggung semua kerugian dan resiko yang timbul dari kegiatan usahanya.

Pada umumnya, perusahaan perorangan didirikan dan dikelola oleh satu orang. Meskipun demikian pemilik usaha dapat juga mempekerjakan orang lain untuk mengurusi usahanya. Tentunya orang lain yang dilibatkan tersebut hanya bertindak sebagai pekerja saja, yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap resiko yang mungkin terjadi dalam perjalanan usaha. Selain itu, pekerja tersebut juga tidak memiliki hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan usaha.

Pada perusahaan perorangan, umumnya tidak diperlukan modal yang besar, kebutuhan tenaga kerja dan factor-faktor produksi yang lainnya (seperti mesin dan teknologi) juga terbatas dan tidak begitu kompleks. Namun demikian, tetap diperlukan pengelolaan yang baik dan sungguh-sungguh agar usaha yang dijalankan dapat memberikan keuntungan sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Solehudin Murpi S.T. dan Dea Tantyo Iskandar, ciri-ciri badan usaha perorangan adalah:

  1. mudah didirikan dan juga dibubarkan
  2. seluruh keuntungan dapat dimiliki sendiri oleh pemiliknya
  3. tanggung jawab tidak terbatas
  4. umumnya tidak dikenai pajak yang tinggi

Modal untuk mendirikan badan usaha perorangan berasal dari modal sendiri dan atau dari lembaga keuangan seperti bank dan lembaga kredit. Banyak lembaga keuangan dan kredit yang memberikan pinjaman dengan mekanisme KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan kredit dengan bunga yang rendah.

Contoh usaha perorangan ini antara lain kedai bakso, kedai es krim, gorengan keliling, dan lain-lain.

Badan Usaha Kelompok/Persekutuan

Badan usaha kelompok atau perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang, yang bekerja sama dalam bentuk persekutuan. Oleh karena itu pada perusahaan persekutuan diperlukan minimal dua orang yang memiliki niat dan minat yang sama untuk berusaha pada bidang yang sama.

Perusahaan persekutuan memiliki cakupan yang lebih luas bila dibandingkan dengan badan usaha perorangan. Ada dua jenis badan usaha kelompok yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan :

  1. Badan usaha kelompok yang apabila terlibat masalah hukum, khususnya masalah utang, maka adalah terbatas menjadi kewajiban badan usaha tersebut untuk menyelesaikannya. Jadi jika harta yang dimiliki oleh perusahaan tidak cukup untuk membayar utang-utangnya, maka harta kekayaan pribadi para pemiliknya tidak dapat diambil untuk melunasi utang perusahaan tersebut.

Badan usaha kelompok jenis ini misalnya PT (Perseroan Terbatas) dan koperasi.

  1. Badan usaha kelompok yang jika terlibat masalah hukum atau permasalahan utang, maka tanggung jawab untuk menyelesaikannya tidak hanya terbatas pada harta kekayaan perusahaan. Dalam hal kekayaan perusahaan tidak cukup untuk membayar utang perusahaan, maka kewajiban melunasi utang perusahaan tersebut juga menjadi tanggung jawab para pemilik perusahaan secara pribadi. Jadi harta kekayaan pribadi para pemilik perusahaan dapat diambil untuk melunasi kewajiban utang tersebut.

Badan usaha kelompok jenis ini misalnya CV (Comanditaire Voenootschap) dan Firma.

Rujukan :

Solehudin Murpi S.T. dan Dea Tantyo Iskandar, 2011, Manajemen Bisnis untuk Orang Awam, Penerbit Laskar Aksara, Bekasi.

Pos ini dipublikasikan di bentuk usaha dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s