Beberapa Hal Tentang Perencanaan Pemasaran

oleh: Suprapto Estede

Pengertian dan Manfaat Perencanaan Pemasaran

Untuk keberhasilan pemasaran perlu disusun sebuah perencanaan pemasaran (marketing plan) yang baik. Perencanaan pemasaran adalah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Dengan demikian perencanaan pemasaran merupakan sebuah proses sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi keputusan pemasaran.Rencana pemasaran ini memberikan fokus bagi pengumpulan informasi, format bagi penyebarluasan informasi, dan struktur bagi pengembangan dan pengkoordinasian respon strategik dan taktikal perusahaan.

Perencanaan pemasaran merupakan persyaratan inti bagi pemasar. Manfaat penyusunan sebuah rencana antara lain: mendorong pemikiran sistematik mengenai masa depan, meningkatkan koordinasi, menetapkan standar kinerja untuk mengukur tren, memberikan dasar logis bagi pembuatan keputusan,meningkatkan kemampuan untuk emnangani perubahan, dan meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar.

Analisis Pasar

Menurut Solehudin Murpi dan Dea Tantyo Iskandar (2011: 87), analisis pasar (market analysis) adalah dokumentasi hasil investigasi pasar yang digunakan untuk memberikan informasi pada kegiatan perencanaan perusahaan terutama dalam hal keputusan persediaan, pembelian, perluasan tenaga kerja, perluasan fasilitas, pembelian peralatan modal, kegiatan promosi, dan banyak aspek lain dari perusahaan.

Analisis pasar perlu dilakukan untuk melihat perubahan yang terjadi di pasar, para key players, leadership, harga dan biaya, atau kompetisi yang terjadi dalam bisnis ini. Analisis yang dilakukan harus lengkap sehingga secara jelas dapat memberikan gambaran mengenai potensi dan peluang pasar (potential market, market niche) untuk produk yang ditawarkan.

Analisis Pesaing

Analisis pesaing (competitor analysis) dalam manajemen pemasaran dan manajemen strategis adalah penilaian terhadap kekuatan dan kelemahan pesaing yang sudah ada dan pesaing potensial. Analisis ini menyediakan strategi dalam konteks ofensif maupun defensif, yang akan digunakan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman.

Dengan pendekatan analisis pesaing, perlu diketahui 5 (lima) kunci kemampuan pesaing (competitor ability), yaitu:
1. Ability to conceive and design. Menilai kemampuan pesaing berinovasi menghasilkan produk baru di pasar.
2. Ability to produce. Menilai kemampuan produktivitas pesaing dan kapasitas pabrik sehingga tergambarkan kemampuan produksi.
3. Ability to market. Menilai bauran pemasaran yang dilakukan pesaing dalam memasarkan produk.
4. Ability to finance. Menilai kemampuan sumber dana keuangan pesaing.
5. Ability to manage. Menilai kemampuan manajerial pesaing, kisah sukses mereka, dan sistem upah yang diterapkan pesaing.

Analisis STP

Dalam marketing plan juga perlu dilakukan STP analysis (Segmenting, Targeting, Positioning), misalnya segmentasi pasar. Segmentasi merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup.

Menurut Kotler, ada dua cara dalam menetapkan dasar segmentasi, yaitu consumen characteristic (karakteristik konsumen) dan consumer responses (respon konsumen). Karakteristik konsumen yang merupakan variabel utama dalam segmentasi, terdiri dari segmentasi geografi, segmentasi demografi, dan segmentasi psikografi. Sedangkan respon konsumen terdiri dari segmentasi manfaat (benefit segmentation), yaitu pengelompokan yang didasarkan pada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa.

Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran (marketing mix) menurut Bonne dan Kurtz (dalam Solahudin, 2011: 106) adalah “a blending of the four strategy elements of marketing decision making: product, price, distribution, and promotion, to satisfy chosen consumer segments.

Product, merupakan bentuk penawaran organisasi yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Price, berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis, seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran, dan tingkat diskriminasi harga di antara berbagai kelompok pelanggan.
Place (distribution), menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.
Promotion, menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk kepada konsumen. Meliputi berbagai metoda, yaitu iklan, promosi penjualan, penjualan tatap muka dan hubungan masyarakat.

Sumber:
Solehudin Murpi S.T. dan Dea Tantyo Iskandar, 2011. Manajemen Bisnis untuk Orang Awam. Bekasi: Laskar Aksara, halaman 86-109.
http://mycopypast.blogspot.com/2009/09/pengertian-perencanaan-pemasaran.html

Pos ini dipublikasikan di perencanaan pemasaran, suprapto estede dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s